Dari Sampah Jadi Rupiah, Desa Randupitu Raup Puluhan Juta per Bulan Lewat Program Zero Waste
- account_circle M. Bahrul Ulum
- calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

FOTO: Salah satu petugas saat memilah sampah.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PASURUAN, BacainD.com – Permasalahan sampah yang kerap menjadi beban lingkungan di berbagai daerah justru mampu diubah menjadi sumber pendapatan oleh Pemerintah Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.
Melalui sistem pengelolaan sampah terpadu, desa ini berhasil mengolah belasan ton sampah rumah tangga setiap harinya dan mencatat omzet hingga puluhan juta rupiah setiap bulan.
Program tersebut telah berjalan sejak 2017 sebagai bagian dari komitmen mewujudkan desa bebas sampah atau zero waste. Berawal dari inisiatif pemuda desa yang menginginkan lingkungan lebih bersih dan sehat, program ini kini berkembang menjadi unit usaha produktif.
Kepala Desa Randupitu, Mochammad Fuad, menyampaikan bahwa konsistensi menjadi kunci keberhasilan program tersebut.
“Sejak 2017 kami konsisten menjalankan pengelolaan sampah terpadu ini. Alhamdulillah, hasilnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Fuad, Selasa (10/02/2026).
Setiap hari, sekitar 10 ton sampah basah dari warga diproses dan menghasilkan kurang lebih 6 ton bahan baku yang kemudian dikirim ke PT KCS untuk diolah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai bahan bakar alternatif pengganti batu bara.
Sementara sampah anorganik seperti plastik, kardus, dan material bernilai ekonomi lainnya dipilah untuk kemudian dijual ke pengepul maupun pabrik daur ulang.
Adapun sampah organik dimanfaatkan menjadi kompos yang dibagikan gratis kepada warga sebagai media tanam. Selain itu, sebagian diolah menjadi pakan ternak melalui budidaya maggot yang dimanfaatkan untuk pakan lele dan ayam.
“Kami berupaya agar tidak ada sampah yang terbuang sia-sia. Semua dikelola dan memiliki nilai manfaat, baik untuk lingkungan maupun ekonomi warga,” kata Fuad.
Program ini juga berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sejumlah warga yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan tetap kini terlibat dalam operasional pengelolaan sampah.
Fuad berharap inovasi yang telah berjalan hampir satu dekade ini dapat menjadi inspirasi bagi desa lain dalam menangani persoalan sampah secara berkelanjutan.
“Kami ingin apa yang sudah berjalan di Randupitu ini bisa menjadi contoh dan direplikasi di wilayah lain,” pungkasnya.
Penulis M. Bahrul Ulum
M. Bahrul Ulum adalah seorang wartawan BacainD.com - M. Bahrul Ulum merupakan Kepala Perwakilan Wilayah (Kaperwil) resmi yang bertugas di BacainD.com untuk wilayah Jawa Timur.

Saat ini belum ada komentar