Breaking News
dark_mode
Beranda » Jawa Timur » Miris! Kasus Dugaan Penganiayaan di Pasuruan 2 Tahun Baru Naik Meja Hijau, Penyidik Memilih Bungkam

Miris! Kasus Dugaan Penganiayaan di Pasuruan 2 Tahun Baru Naik Meja Hijau, Penyidik Memilih Bungkam

  • account_circle M. Bahrul Ulum
  • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PASURUAN, BacainD.com – Kasus pelaporan dugaan penganiayaan yang menimpa seorang perempuan bernama Alfiya (31) warga Kecamatan Rembang Pasuruan Jalan di meja penyidikan hampir dua tahun baru sampai di meja hijau. Kinerja penyidik Polres Pasuruan Kota kini menjadi sorotan tajam.

Laporan yang teregistrasi dengan nomor STTPM/SAT RESKRIM/182/VIII/2024/SPKT/POLRES PASURUAN KOTA tertanggal 5 Agustus 2024 tersebut, baru memasuki sidang perdana pada hari Senin (02/03/2026) kemarin.

Dari pelaporan korban hingga memasuki meja hijau terhitung 574 hari. Lamanya proses penyidikan tersebut, memicu kecurigaan adanya dugaan pengnguluran waktu atau ketidakseriusan aparat dalam menangani kasus tersebut.

Alfiya, yang ditemui dengan raut wajah penuh kekecewaan atas lambatnya proses hukum di Polres Pasuruan Kota, menceritakan kronologis kejadian tersebut kepada awakmedia.

Alfiya menyampaikan, bahwa peristiwa bermula pada Agustus 2024 lalu, ketika Alfiya dituduh mencampuri urusan rumah tangga terlapor. Kejadian yang berlangsung di sebuah warung kopi di kawasan Pelabuhan Kota Pasuruan itu berakhir dengan tindakan kekerasan.

“Saya waktu itu diajak ngopi oleh teman di selatan Alfa mart Pelabuhan Kota Pasuruan. Tiba-tiba, terlapor ini mendatangi saya di warung kopi itu, dan menuduh saya mencampuri urusan rumah tangga terlapor,” ucap Alfiya menceritakan kejadian dua tahun lalu.

Lebih lanjut kata Alfiya, ia sempat cekcok mulut, tetapi ia mencoba menjelaskan secara baik-baik. Namun, ia justru mendapatkan tamparan keras atau pukulan dengan tangan kosong dari terlapor. Meskipun bukti luka memar sudah dilaporkan sejak hari kejadian, proses hukum seakan berjalan di tempat.

“Saat itu, saya sudah jelasin baik-baik meski ada cekcok sebentar, tiba-tiba dia langsung memukul bibir saya di muka umum. Pas kejadian ada bekasnya memar di bibir bagian atas,” kata Alfiya.

Alfiyah menambahkan, rasa trauma dan ketidakadilannya, ia sangat kecewa dengan proses penyelidikan di Polres Pasuruan Kota, dari 2024 baru masuk persidangan Maret 2026.

“Saya hanya orang kecil yang mencari keadilan. Kejadiannya sudah dari Agustus 2024, saya dipukul di bagian bibir sampai memar di depan umum hanya karena tuduhan yang tidak benar. Tapi kenapa prosesnya baru sidang sekarang di tahun 2026? Saya merasa laporan saya seperti didiamkan begitu saja selama ini,” tambahnya.

Sebelum insiden dugaan penganiayaan terjadi di sebuah warung Kopi selatan Pelabuhan Kota Pasuruan, terlapor bersama teman-temannya sempat mendatangi rumah korban yang tujuannya tidak diketahui hingga ditemui orang tua korban

“Jadi terlapor itu awalnya datang ke rumah bersama tiga orang laki-laki sekitar pukul 20.00 WIB, saya tidak tau tujuan mereka ke rumah mau ngapain saya tidak tau, jadi ditemui orang tua saya,” tuturnya.

Saat dikonfirmasi Penyidik Unit Pidum Satreskrim Polres Pasuruan Kota Bripda Fandika enggan memberikan keterangan resmi melalui pesan Whatshap. Perihal lambannya perkara Dugaan Penganiayaan yang menimpa Alfiya warga Rembang, Pasuruan.

Kasus ini menjadi preseden buruk bagi jargon “Polri Presisi” jika pelayanan terhadap masyarakat kecil masih dibayangi oleh lambatnya birokrasi penyidikan. (BM)

M. Bahrul Ulum

Penulis

M. Bahrul Ulum adalah seorang wartawan BacainD.com - M. Bahrul Ulum merupakan Kepala Perwakilan Wilayah (Kaperwil) resmi yang bertugas di BacainD.com untuk wilayah Jawa Timur.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Razia Warung Remang-Remang di Lekok Pasuruan, Satpol PP Endus Keterlibatan Beking Seorang Oknum

    Razia Warung Remang-Remang di Lekok Pasuruan, Satpol PP Endus Keterlibatan Beking Seorang Oknum

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle M. Bahrul Ulum
    • 0Komentar

    PASURUAN, BacainD.com – Menjelang bulan suci ramadhan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pasuruan merazia warung di area BUMDes Gejugjati, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan. Dalam operasi tersebut, terungkap adanya dugaan kuat bahwa aktivitas warung remang-remang di lokasi itu berjalan mulus karena mendapat perlindungan dari oknum aparat tertentu. Penertiban ini merupakan tindak lanjut dari laporan […]

  • Trans Beken Picu Amarah, Ratusan Sopir Angkot Bekasi Hentikan Setir dan Turun ke Jalan

    Trans Beken Picu Amarah, Ratusan Sopir Angkot Bekasi Hentikan Setir dan Turun ke Jalan

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Firmansyah
    • 0Komentar

    BEKASI, BacainD.com – Peluncuran layanan Bus Trans Beken oleh Pemerintah Kota Bekasi justru memicu gejolak di kalangan sopir angkutan kota. Ratusan angkot dari berbagai trayek memilih berhenti beroperasi dan turun ke jalan dalam aksi mogok massal, Selasa (10/2/2026). Aksi tersebut merupakan bentuk penolakan terhadap kebijakan Pemkot Bekasi yang dinilai dilakukan tanpa sosialisasi terlebih dahulu kepada […]

  • Potongan Video CCTV emak emak gagalkan Komplotan Curanmor (ist)

    Aksi Heroik, Emak – Emak di Kota Pasuruan Gagalkan Komplotan Curanmor

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle M. Bahrul Ulum
    • 0Komentar

    PASURUAN, news.BacainD.com – Aksi Pencurian sepeda motor kembali meresahkan warga Kota Pasuruan. Kali ini, motor matic yang terparkir di teras rumah nyaris terbawa oleh komplotan maling. Beruntungnya, aksi itu di gagalkan oleh pemilik rumah Ulifah warga Kelurahan Randusari, Kecamatan Gadingrejo, pada Senin (20/04/2026) petang yang terekam CCTV. Kejadian bermula saat pemilik rumah, Ulifah sedang santai […]

  • Dua Bulan Tak Berhasil Diungkap, Keluarga Korban Pelemparan Bondet di Sukorejo Pasuruan Desak Polisi Tangkap Pelaku

    Dua Bulan Tak Terungkap, Keluarga Korban Pelemparan Bondet di Sukorejo Desak Polisi Tangkap Pelaku

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle M. Bahrul Ulum
    • 0Komentar

    PASURUAN, BacainD.com – Kasus pelemparan bondet di Jalan Sukorejo–Bangil, Dusun Lawatan, Desa Kalirejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan hingga korban bernama Jauri meninggal dunia masih belum temukan titik terang. Bahkan, keluarga korban mendesak pihak kepolisian untuk segera menangkap pelaku. Hingga memasuki bulan ke dua di Tahun 2026 (2 bulan lebih), pihak kepolosian masih belum mengungkap dan […]

  • Eks Kades Ambal Ambil Saiful Anwar Divonis 2 Setengah Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp 448 Juta

    Eks Kades Ambal Ambil Saiful Anwar Divonis 2 Setengah Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp 448 Juta

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle M. Bahrul Ulum
    • 0Komentar

    PASURUAN, BacainD.com – Eks Kepala Desa Ambal Ambil Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan Saiful Anwar (58) dijatuhi vonis Dua Tahun setengah oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya. Setelah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak korupsi secara berlanjut, sebagaimana tertuang dalam dakwaan subsidair. Meski lolos dari dakwaan primair, hakim menegaskan bahwa perbuatan […]

  • Polisi olah TKP tempat Ibu muda di sekap (hms)

    Terlelap Tidur di Ruang Tamu, Ibu Muda Asal Kraton Disekap Tiga Pria Bertopeng Sarung, Polisi Kejar Pelaku

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle M. Bahrul Ulum
    • 0Komentar

    PASURUAN, news.BacainD.com – Sedang terlelap tidur di ruang tengah, seorang perempuan muda berinisal M-S (26) warga Dusun Wetan Dalem, Desa Pulokerto, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan menjadi korban penyekapan oleh tiga orang bertopeng sarung pada Kamis (16/04/2026) dini hari. Plt Kasi Humas Polres Pasuruan Kota Aiptu Junaedi mengatakan, bahwa peristiwa itu terjadi sekitar pukul 02.00 WIB […]

expand_less