Breaking News
dark_mode
Beranda » Jawa Barat » Terjebak di Permukiman, Macan Tutul Pacet Jalani Rehabilitasi Intensif

Terjebak di Permukiman, Macan Tutul Pacet Jalani Rehabilitasi Intensif

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

GARUT, BacainD.com – Seekor macan tutul Jawa (Panthera pardus melas) yang sempat menggegerkan warga Desa Maruyung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, kini menjalani masa pemulihan di Taman Satwa Cikembulan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Satwa liar dilindungi itu sebelumnya masuk ke kawasan permukiman dan menyerang warga.

Setelah berhasil dievakuasi oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat pada Kamis (5/2/2026), macan tutul tersebut langsung dibawa ke Garut untuk menjalani rehabilitasi intensif.

“Macan tutul yang ditangkap di Bandung saat ini masih dalam proses observasi dan rehabilitasi,” ujar Manajer Taman Satwa Cikembulan, Rudi Arifin, Minggu.

Menurut Rudi, macan tutul berjenis kelamin jantan itu tiba dalam kondisi memprihatinkan.

Ia mengalami stres berat dan sejumlah luka akibat konflik dengan manusia.

“Saat pertama datang, kondisinya stres dan ada luka. Kami langsung melakukan karantina untuk penanganan awal,” kata Rudi.

Selama masa karantina, tim dokter hewan dan tenaga medis memantau kondisi satwa tersebut setiap hari.

Mulai dari pola makan, minum, hingga perilaku alaminya terus diawasi secara ketat.

“Kami perhatikan apakah makannya normal, minumnya cukup, dan perilakunya masih sesuai dengan karakter satwa liar,” ujarnya.

Hasil pemantauan harian itu dilaporkan secara berkala kepada BBKSDA Jawa Barat sebagai bahan evaluasi lanjutan.

Rudi menegaskan, tujuan utama rehabilitasi bukan sekadar menyembuhkan luka fisik, tetapi juga menjaga naluri liarnya agar tidak hilang.

“Tugas kami menyelamatkan satwa ini supaya tetap hidup dan tetap memiliki sifat aslinya sebagai satwa liar,” katanya.

Namun, peluang macan tutul tersebut untuk kembali ke habitat alaminya masih bergantung pada hasil pemeriksaan medis.

Salah satu kondisi yang menjadi perhatian adalah patahnya gigi taring serta luka di tubuhnya.

“Kalau kondisinya sudah stabil, dokter hewan akan merekomendasikan apakah layak dilepasliarkan atau harus tetap di tempat konservasi,” jelas Rudi.

Taman Satwa Cikembulan sendiri bukan kali pertama menangani satwa liar bermasalah.

Sejak lama, lembaga konservasi ini menjadi tempat penyelamatan berbagai satwa yang terancam akibat konflik dengan manusia.

Rudi menyebut, sebelumnya pihaknya juga pernah merawat dua macan tutul hasil evakuasi dari Gunung Syawal pada 2009 dan Gunung Cikuray pada 2010.

“Keduanya sampai sekarang masih hidup dan sehat di sini,” ujarnya.

Kasus macan tutul di Pacet kembali menjadi pengingat tentang semakin sempitnya ruang hidup satwa liar.

Di tengah ekspansi permukiman manusia, konflik antara manusia dan satwa pun kian sulit dihindari.

Kini, nasib sang macan tutul berada di tangan tim medis dan alam.

Firmansyah

Penulis

Firmansyah merupakan seorang wartawan resmi di BacainD.com Firmansyah merupakan seorang Kepala Biro (KA-BIRO) untuk Kota dan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kota Bekasi Dinilai “Ketinggalan”, DPRD Desak Hadirnya Universitas Negeri

    Kota Bekasi Dinilai “Ketinggalan”, DPRD Desak Hadirnya Universitas Negeri

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Firmansyah
    • 0Komentar

    BEKASI, BacainD.com – Di tengah besarnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang hampir menyentuh Rp7 triliun, Kota Bekasi justru dinilai masih tertinggal dalam sektor pendidikan tinggi. Hingga kini, kota penyangga ibu kota itu belum memiliki satu pun perguruan tinggi negeri. Kondisi tersebut menuai sorotan dari anggota DPRD Kota Bekasi, Sarwin Edi Saputra. Ia menilai, […]

  • Wali Kota Bekasi Nyaris Diserang Golok Saat Penertiban Bangunan Liar

    Wali Kota Bekasi Nyaris Diserang Golok Saat Penertiban Bangunan Liar

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Firmansyah
    • 0Komentar

    BEKASI, BacainD.com – Penertiban bangunan liar di kawasan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, berubah menjadi momen menegangkan, Minggu (8/2/2026) pagi. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, nyaris menjadi sasaran amukan seorang warga yang mengacungkan senjata tajam jenis golok. Insiden ini terjadi saat petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menertibkan lapak dan bangunan yang […]

  • Wali Kota Pasuruan Dinilai Ingkar Janji, Kebijakan Pangkas Bonus Atlet Jadi Bukti Nyata Pengabaian Prestasi

    Wali Kota Pasuruan Dinilai Ingkar Janji, Kebijakan Pangkas Bonus Atlet Jadi Bukti Nyata Pengabaian Prestasi

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle M. Bahrul Ulum
    • 0Komentar

    PASURUAN, BacainD.com – Kebijakan Pemerintah Kota Pasuruan yang memangkas drastis bonus bagi para atlet peraih medali di PORPROV IX Jatim menuai kecaman keras. Langkah ini dianggap sebagai bukti nyata minimnya kepedulian pemerintah terhadap dedikasi putra-putri daerah yang telah berjuang mengharumkan nama kota di kancah provinsi. Krisis kepercayaan terhadap pemerintah daerah ini bermula ketika nilai apresiasi […]

  • Eks Kades Ambal Ambil Saiful Anwar Divonis 2 Setengah Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp 448 Juta

    Eks Kades Ambal Ambil Saiful Anwar Divonis 2 Setengah Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp 448 Juta

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle M. Bahrul Ulum
    • 0Komentar

    PASURUAN, BacainD.com – Eks Kepala Desa Ambal Ambil Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan Saiful Anwar (58) dijatuhi vonis Dua Tahun setengah oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya. Setelah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak korupsi secara berlanjut, sebagaimana tertuang dalam dakwaan subsidair. Meski lolos dari dakwaan primair, hakim menegaskan bahwa perbuatan […]

  • Diduga Kurang Berhati-Hati, Truck Hino Tabrak Pick Up Muat Sayur, Satu Orang Meninggal Dunia

    Diduga Kurang Berhati-Hati, Truck Hino Tabrak Pick Up Muat Sayur, Satu Orang Meninggal Dunia

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle M. Bahrul Ulum
    • 0Komentar

    PASURUAN, BacainD.com – Diduga kurang berhati-hati saat berkendara, sebuah truck tabrak kendaraan pick up dari arah berlawanan di Jalan Raya Surabaya – Pasuruan tepatnya di Deda Legok, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Akibat kejadian itu, sopir pickup meninggal dunia dan penumpang luka ringang. “Kejadian tersebut terjadi pada Jumat (20/02/2026) dini hari pukul 04.00 WIB tepatnya di […]

  • Masuk DPO, Polisi Tetapkan 2 Orang Tersangka Dugaan Penanganiayaan di Sukorejo Pasuruan

    Masuk DPO, Polisi Tetapkan 2 Orang Tersangka Dugaan Penanganiayaan di Sukorejo Pasuruan

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle M. Bahrul Ulum
    • 0Komentar

    PASURUAN, BacainD.com – Setelah memeriksa belasan saksi terhadap dugaan penganiayaan oleh dua sekelompok orang di Dusun Babatan, Desa Kalirejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan. Satreskrim Polres Pasuruan akhirnya menetapkan dua orang sebagai Tersangka yang kini statusnya masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Penetepan tersangka tersebut tertuang dalam surat DPO nomor: DPO/II/19/2026/Satreskrim, tanggal 18 Februari 2026, yang ditandatangani […]

expand_less