Delapan Pelaku Sindikat penyalahgunaan BBM Bersubsidi di Probolinggo Digulung Polisi, AKBP Latif : Polanya Berpindah-Pindah Tempat
- account_circle M. Bahrul Ulum
- calendar_month 53 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kapolres Probolinggo AKBP Latif bersama jajaran tunjukkan Barang Bukti Jerigen tempat penyimpanan Penyalahgunaan BBM Bersubsidi (ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PROBOLINGGO, news.BacainD.com – Jaringan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite yang telah beroperasi selama kurang lebih tiga tahun akhirnya berhasil dibongkar oleh jajaran Polres Probolinggo. Dalam operasi penangkapan yang dilakukan di berbagai titik strategis, polisi mengamankan delapan orang pria yang kini telah resmi menyandang status Pelaku.
Aksi para pelaku terendus berkat laporan masyarakat yang curiga dengan aktivitas mencurigakan di wilayah Kecamatan Paiton, Kraksaan, Pakuniran, hingga Gending.
Kapolres Probolinggo, AKBP M. Wahyudin Latif, menjelaskan bahwa para pelaku kerap kali berpindah lokasi guna memuluskan aksinya dan menghindari kejaran petugas Kepolisian.
“Beberapa lokasi ini menunjukkan, bahwa mereka tidak bekerja di satu tempat saja. Polanya berpindah-pindah untuk menghindari perhatian petugas,” jelas Latif dalam konferensi pers di Mapolres Probolinggo, Jumat (24/4/2026).
Kedelapan tersangka yang berinisial YP, J, NH, JM, AH, LF, ANF, dan BF diketahui merupakan warga lokal dari wilayah Pakuniran, Kotaanyar, Banyuanyar, dan Paiton.
Menurutnya, modus yang mereka (Para Pelaku Red) jalankan tergolong rapi. Dengan bermodalkan puluhan barcode resmi, mereka berkeliling dari satu SPBU ke SPBU lainnya. Setelah mengisi tangki kendaraan.
“Jadi setelah tangki penuh, para pelaku ini memindahkan BBM dengan cara disedot keluar menggunakan pompa elektrik dan selang untuk dipindahkan ke dalam jeriken yang telah disiapkan,” ujarnya.
Keuntungan didapat dari selisih harga jual kembali kepada masyarakat umum dan petani. Tindakan ini dinilai sangat merugikan karena mengambil jatah masyarakat yang benar-benar membutuhkan subsidi.
“BBM subsidi ini seharusnya untuk masyarakat yang berhak, bukan untuk diperjualbelikan kembali dengan harga lebih mahal,” tegasnya.
Meskipun para pelaku menggunakan barcode asli untuk mengelabui sistem di SPBU, pihak kepolisian menegaskan akan terus melakukan pengembangan kasus tersebut. Sejauh ini, belum ditemukan adanya bukti kuat yang mengarah pada keterlibatan oknum petugas pom bensin.
“Belum ada keterlibatan langsung dari petugas SPBU, barcode yang digunakan juga asli. Tapi kami masih terus mendalami jaringan yang mungkin ada di belakangnya,” beber Latif.
Dalam penggeledahan tersebut, pihak kepolisian berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang cukup masif, di antaranya 1.575 liter Pertalite yang dikemas dalam 45 jeriken, 25 jeriken kosong serta 20 unit barcode BBM, 7 unit mobil yang dimodifikasi sebagai sarana transportasi, Puluhan stiker pelat nomor palsu, pompa elektrik, dan selang plastik. (BM)
Penulis M. Bahrul Ulum
M. Bahrul Ulum adalah seorang wartawan BacainD.com - M. Bahrul Ulum merupakan Kepala Perwakilan Wilayah (Kaperwil) resmi yang bertugas di BacainD.com untuk wilayah Jawa Timur.

Saat ini belum ada komentar