Breaking News
dark_mode
Beranda » Nasional » Desak Evaluasi Total PT KAI, Pengamat Menilai Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Akibat Kelalaian Sistem

Desak Evaluasi Total PT KAI, Pengamat Menilai Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Akibat Kelalaian Sistem

  • account_circle Thanisa Auliah
  • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BEKASI, BacainD.com – Tragedi kecelakaan kereta api di kawasan Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) dinilai sebagai cerminan lemahnya sistem pengelolaan dan pengawasan di tubuh PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Insiden yang menewaskan sejumlah korban dan melukai puluhan penumpang itu memicu sorotan terhadap aspek keselamatan dalam operasional transportasi publik.

Peneliti independen dari Human Institute, Ramdan Gozali, menilai peristiwa tersebut bukan sekadar kecelakaan, melainkan akumulasi dari berbagai persoalan yang terjadi dalam jangka waktu panjang.

“Kita tidak bisa lagi menyebut ini sebagai musibah tak terhindarkan. Banyak indikator yang sudah terlihat, mulai dari perlintasan tanpa palang pengaman, lemahnya pengawasan, hingga kinerja petugas yang tidak sesuai standar,” ujar Ramdan, Rabu (29/4/2026).

Ia menyoroti besarnya dukungan anggaran yang diterima PT KAI pada 2026, yakni Bantuan Pelayanan Umum sebesar Rp5,86 triliun dan Penyertaan Modal Negara Rp1,5 triliun, dengan total mencapai Rp7,36 triliun. Namun, menurutnya, besaran anggaran tersebut belum diiringi dengan perbaikan mendasar pada sistem keselamatan.

Ramdan menyebut masih banyak perlintasan sebidang, terutama yang tidak resmi, belum dilengkapi palang pengaman. Selain itu, sejumlah peralatan keselamatan dinilai tidak berfungsi optimal.

“Anggaran besar sudah digelontorkan, tetapi masih ditemukan jalur tanpa penjagaan, gangguan komunikasi antarpetugas, hingga pelaksanaan prosedur yang tidak berjalan semestinya,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa tanggung jawab keselamatan telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, yang mewajibkan operator memastikan seluruh sarana dan prasarana memenuhi standar keamanan dan kelayakan operasional.

Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya terjadi di tingkat operasional, tetapi juga mencerminkan kelemahan pada level manajerial.

“Kegagalan ini bukan hanya di lapangan, tetapi juga pada sistem yang dibangun dan diawasi oleh pimpinan,” ujarnya.

Ramdan mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap struktur organisasi dan sistem kerja PT KAI, termasuk penegakan akuntabilitas terhadap penggunaan anggaran.

Ia juga meminta adanya langkah tegas terhadap pihak yang dinilai bertanggung jawab, baik di tingkat pimpinan maupun operasional, sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain itu, ia menekankan pentingnya pembenahan menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang.

“Perlu evaluasi total, pengawasan ketat terhadap anggaran, serta memastikan keselamatan benar-benar menjadi prioritas utama,” katanya.

Ramdan berharap peristiwa ini menjadi momentum perbaikan sistem transportasi, sehingga keselamatan masyarakat dapat lebih terjamin ke depan. (Red)

Thanisa Auliah

Penulis

Thanisa Aulia adalah seorang Wartawan Resmi di BacainD.com Thanisa Aulia merupakan salah satu Redaktur berita di BacainD.com (Nasional) sejak tahun 2024. Banyak menulis tentang isu nasional, breaking news, wisata dan berita yang menarik lainnya.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPK Bongkar Mafia Impor Barang Palsu di Bea Cukai, Pejabat dan Pihak Swasta Terjerat

    KPK Bongkar Mafia Impor Barang Palsu di Bea Cukai, Pejabat dan Pihak Swasta Terjerat

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Firmansyah
    • 0Komentar

    JAKARTA, BacainD.com – Praktik impor barang palsu atau KW yang melibatkan pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan terungkap melalui operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kasus ini membuka tabir lemahnya pengawasan di pintu masuk negara dan mengungkap adanya “permufakatan jahat” antara aparatur negara dan pihak swasta agar barang ilegal bisa […]

  • Jaga Stabilitas Harga Jelang Ramadhan, Satgas Pangan Polres Pasuruan Kawal Gerakan Pangan Murah

    Jaga Stabilitas Harga Jelang Ramadhan, Satgas Pangan Polres Pasuruan Kawal Gerakan Pangan Murah

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle M. Bahrul Ulum
    • 0Komentar

    PASURUAN, BacainD.com – Satgas Pangan Polres Pasuruan bersama Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak Nasional di Halaman Kecamatan Kejayan, Jumat pagi, 13 Februari 2026. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah proaktif untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di masyarakat menjelang peringatan Imlek dan memasuki bulan suci Ramadhan tahun 2026. Acara yang dimulai […]

  • Kondisi aula balai desa di pasang garis polisi usai di rusak oleh OTK (BM)

    Aula Balai Desa Pasrepan serta Atribut Kenegaraan Dirusak OTK, Polisi Buru Pelaku

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle M. Bahrul Ulum
    • 0Komentar

    PASURUAN, news.BacainD.com – Suasana tenang di Desa Pasrepan, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan terusik oleh aksi perusakan yang menyasar fasilitas publik. Aula Balai Desa Pasrepan dilaporkan menjadi sasaran amuk orang tidak dikenal (OTK) pada Senin malam, 20 April 2026. Peristiwa tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Pelaku diduga masuk ke area kantor desa dengan cara […]

  • Terungkap Cara ASJ Habisi Tiga Korban di Tanjung Priok dengan Racun dalam Teh Hangat

    Terungkap Cara ASJ Habisi Tiga Korban di Tanjung Priok dengan Racun dalam Teh Hangat

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Firmansyah
    • 0Komentar

    JAKARTA, BacainD.com – Sebuah tragedi mengerikan terungkap di kawasan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Pria berinisial ASJ kini harus berhadapan dengan hukum setelah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan terhadap tiga orang, yang terjadi pada 2 Januari 2026. Di balik peristiwa itu, polisi menemukan metode pembunuhan yang tak biasa racun yang disamarkan dalam secangkir teh hangat. Kasat […]

  • Razia Warung Remang-Remang di Lekok Pasuruan, Satpol PP Endus Keterlibatan Beking Seorang Oknum

    Razia Warung Remang-Remang di Lekok Pasuruan, Satpol PP Endus Keterlibatan Beking Seorang Oknum

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle M. Bahrul Ulum
    • 0Komentar

    PASURUAN, BacainD.com – Menjelang bulan suci ramadhan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pasuruan merazia warung di area BUMDes Gejugjati, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan. Dalam operasi tersebut, terungkap adanya dugaan kuat bahwa aktivitas warung remang-remang di lokasi itu berjalan mulus karena mendapat perlindungan dari oknum aparat tertentu. Penertiban ini merupakan tindak lanjut dari laporan […]

  • 1.780 SPPG Disetop Sementara, BGN Perketat Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis

    1.780 SPPG Disetop Sementara, BGN Perketat Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Thanisa Auliah
    • 0Komentar

    JAKARTA, BacainD.com – Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara sebanyak 1.780 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam rangka pengawasan dan perbaikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengatakan penghentian dilakukan terhadap SPPG yang belum memenuhi standar, seperti tidak memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) atau belum mendaftar Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi […]

expand_less