Viral! Ditemukan Belatung Pada Makanan MBG di SMPN 8 Tambun Selatan
- account_circle Firmansyah
- calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Belatung menempel pada sosis menu MBG yang disajikan untuk siswa SMPN 8 Tambun Selatan. (Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BEKASI, BacainD.com – Sebuah video yang memperlihatkan keberadaan belatung pada menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 8 Tambun Selatan mendadak viral di media sosial.
Temuan tersebut memicu keprihatinan publik, sekaligus menimbulkan pertanyaan tentang standar kebersihan makanan yang disajikan kepada siswa.
Dalam rekaman yang beredar, belatung tampak berada di dalam sosis yang disajikan bersama nasi goreng dalam satu rantang makanan siswa.
Video tersebut ramai dibagikan warganet dan menuai beragam reaksi.
Menanggapi viralnya video tersebut, Kepala SMPN 8 Tambun Selatan, Yayah Dzarotun Naqiah, memberikan klarifikasi.
Ia menegaskan bahwa peristiwa itu terjadi pada Jumat, 6 Februari 2026, dan hanya ditemukan pada satu dari ratusan rantang makanan yang dibagikan.
“Perlu saya klarifikasi, makanan yang kurang baik itu hanya ditemukan pada satu rantang saja,” ujar Yayah kepada awak media.
Usai temuan tersebut, pihak sekolah langsung bergerak cepat dengan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh rantang makanan.
Langkah itu dilakukan untuk memastikan tidak ada kasus serupa.
“Setelah ditemukan belatung pada satu ompreng, kami langsung memantau dan mengecek semua rantang lainnya. Alhamdulillah, tidak ditemukan lagi,” tambahnya.
Yayah juga menyebutkan, pihak sekolah segera berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Setiamekar sebagai penyedia makanan, guna mengganti menu yang bermasalah.
“Kami langsung mengambil langkah persuasif. Makanan itu kami pisahkan dan tidak kami keluarkan lagi, baik untuk makan pagi maupun siang,” jelasnya.
Menurut Yayah, kejadian tersebut merupakan insiden pertama sejak program MBG berjalan di sekolahnya.
Selama ini, pihak sekolah rutin melakukan pengecekan sebelum makanan dibagikan kepada siswa.
Bahkan, setiap hari pihak sekolah melakukan tes rasa untuk memastikan kualitas dan kebersihan makanan.
“Saya sendiri biasanya mencicipi makanan terlebih dahulu. Kalau sudah aman, baru dibagikan. Kalau ada yang kurang bagus, kami hentikan,” tuturnya.
Ia menduga, rantang yang mengandung belatung tersebut kemungkinan lolos dari pengawasan saat proses distribusi.
Meski demikian, pihak sekolah memastikan akan memperketat pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang.
Evaluasi bersama penyedia makanan pun akan terus dilakukan demi menjaga keamanan dan kesehatan para siswa.
Penulis Firmansyah
Firmansyah merupakan seorang wartawan resmi di BacainD.com Firmansyah merupakan seorang Kepala Biro (KA-BIRO) untuk Kota dan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Saat ini belum ada komentar