Breaking News
dark_mode
Beranda » Berita Utama » 1.780 SPPG Disetop Sementara, BGN Perketat Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis

1.780 SPPG Disetop Sementara, BGN Perketat Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis

  • account_circle Thanisa Auliah
  • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, BacainD.com – Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara sebanyak 1.780 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam rangka pengawasan dan perbaikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengatakan penghentian dilakukan terhadap SPPG yang belum memenuhi standar, seperti tidak memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) atau belum mendaftar Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS).

“SPPG yang tidak memiliki IPAL atau belum daftar SLHS kita hentikan sementara. Bahkan yang sudah daftar tapi dalam satu bulan belum keluar sertifikatnya juga kita hentikan sementara,” ujar Dadan dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis.

Ia menambahkan, pengawasan turut diperkuat melalui inspektorat guna memastikan perbaikan berjalan optimal di lapangan. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas program sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto pada 2026.

Dari total sekitar 26.800 unit SPPG, sebanyak 1.780 unit saat ini dihentikan sementara. Namun, jumlah tersebut bersifat dinamis dan dapat berubah seiring proses perbaikan.

“Angkanya sangat dinamis. Mungkin dalam satu atau dua minggu ke depan bisa berubah,” katanya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa Program MBG bukan sekadar pemberian makanan, melainkan bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

Program tersebut menargetkan sekitar 82,9 juta anak sebagai penerima manfaat, sehingga pelaksanaannya membutuhkan proses bertahap dan penyempurnaan berkelanjutan.

“Tentu tidak mudah. Negara lain mungkin butuh puluhan tahun, sementara kita baru satu tahun berjalan. Pasti ada kekurangan yang terus kita perbaiki,” ujar Zulkifli.

Ia menegaskan, penutupan sementara SPPG yang tidak memenuhi standar merupakan langkah tegas pemerintah dalam menjaga kualitas program.

“Penutupan 1.780 SPPG itu langkah paling keras yang kita lakukan untuk perbaikan,” katanya.

Zulkifli juga mengimbau pihak sekolah untuk aktif menyampaikan keluhan apabila menemukan layanan yang tidak sesuai standar, baik melalui SPPG maupun kanal pengaduan pemerintah.

“Jika ada yang tidak sesuai, silakan sampaikan keberatan. Bisa melalui SPPG atau call center dan command center pemerintah, sehingga bisa segera ditindaklanjuti,” ujarnya. (Ths)

Thanisa Auliah

Penulis

Thanisa Aulia adalah seorang Wartawan Resmi di BacainD.com Thanisa Aulia merupakan salah satu Redaktur berita di BacainD.com (Nasional) sejak tahun 2024. Banyak menulis tentang isu nasional, breaking news, wisata dan berita yang menarik lainnya.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengedar Sabu Kembali Diringkus, Polres Pasuruan Tunjukkan Keseriusan Perangi Narkoba

    Pengedar Sabu Kembali Diringkus, Polres Pasuruan Tunjukkan Keseriusan Perangi Narkoba

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle M. Bahrul Ulum
    • 0Komentar

    PASURUAN, BacainD.com – Satu persatu pengedar narkotika jenis sabu di wilayah Pasuruan terus di berantas. Kali ini, Satreskoba Polres Pasuruan mengamankan seorang pria Berinisial M-I (30) warga Desa Sidowayah, Kecamatan Beji, Pasuruan yang diduga sebagai pengedar sabu. Dari tangan M-I polisi sita 12 poket seberat 10,33 gram sabu. “M-I kami amankan pada Rabu, 14 Januari […]

  • Kota Bekasi Dinilai “Ketinggalan”, DPRD Desak Hadirnya Universitas Negeri

    Kota Bekasi Dinilai “Ketinggalan”, DPRD Desak Hadirnya Universitas Negeri

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Firmansyah
    • 0Komentar

    BEKASI, BacainD.com – Di tengah besarnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang hampir menyentuh Rp7 triliun, Kota Bekasi justru dinilai masih tertinggal dalam sektor pendidikan tinggi. Hingga kini, kota penyangga ibu kota itu belum memiliki satu pun perguruan tinggi negeri. Kondisi tersebut menuai sorotan dari anggota DPRD Kota Bekasi, Sarwin Edi Saputra. Ia menilai, […]

  • Wali Kota Pasuruan Dinilai Ingkar Janji, Kebijakan Pangkas Bonus Atlet Jadi Bukti Nyata Pengabaian Prestasi

    Wali Kota Pasuruan Dinilai Ingkar Janji, Kebijakan Pangkas Bonus Atlet Jadi Bukti Nyata Pengabaian Prestasi

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle M. Bahrul Ulum
    • 0Komentar

    PASURUAN, BacainD.com – Kebijakan Pemerintah Kota Pasuruan yang memangkas drastis bonus bagi para atlet peraih medali di PORPROV IX Jatim menuai kecaman keras. Langkah ini dianggap sebagai bukti nyata minimnya kepedulian pemerintah terhadap dedikasi putra-putri daerah yang telah berjuang mengharumkan nama kota di kancah provinsi. Krisis kepercayaan terhadap pemerintah daerah ini bermula ketika nilai apresiasi […]

  • Ilustrasi karton penjaga villa di berondong pluru oleh penjaga Wisma (AI)

    Gagal Puaskan Tamu, Penjaga Villa di Tretes Pasuruan Malah Diberondong Airsoft Gun oleh Penjaga Wisma

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle M. Bahrul Ulum
    • 0Komentar

    PASURUAN, BacainD.com – Nasib naas menimpa seseorang penjaga villa di wilayah Tretes berinisial P (44) asal Kecamatan Prigen, Kecamatan Pasuruan. Ia harus dilarikan ke rumah sakit usai Diberondong Airsoft Gun oleh Penjaga Wisma. Akibat anak buahnya terlapor atau penjaga Wisma tak bisa layani tamu dari korban. Diketahui, bahwa peristiwa berdarah itu terjadi pada Rabu (15/04/2026) […]

  • Misteri Kematian Pegawai RSPAU Terungkap, Dua Pelaku Pembunuhan Dibekuk Polisi

    Misteri Kematian Pegawai RSPAU Terungkap, Dua Pelaku Pembunuhan Dibekuk Polisi

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Firmansyah
    • 0Komentar

    BEKASI, BacainD.com – Tabir misteri kematian seorang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSPAU) akhirnya mulai terkuak. Kepolisian memastikan, NHW (33), yang ditemukan tak bernyawa di kontrakannya di kawasan Pondok Gede, Kota Bekasi, menjadi korban pembunuhan. Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya telah menangkap […]

  • Misteri Kematian Pegawai Rumah Sakit di Bekasi, Tak Masuk Kerja Berhari-hari hingga Ditemukan Tewas

    Misteri Kematian Pegawai Rumah Sakit di Bekasi, Tak Masuk Kerja Berhari-hari hingga Ditemukan Tewas

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Firmansyah
    • 0Komentar

    BEKASI, BacainD.com – Misteri menyelimuti kematian seorang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang bertugas di sebuah rumah sakit di Jakarta Timur. Pria berinisial NH (31) itu ditemukan tak bernyawa di kamar kontrakannya di kawasan Jatiwaringin, Pondok Gede, Kota Bekasi. Jenazah NH pertama kali ditemukan dalam kondisi berselimut, terbaring telentang, dengan tubuh yang mulai menghitam. […]

expand_less