Breaking News
dark_mode
Beranda » Bekasi » Tabir Pajak Bekasi: Potensi Pendapatan Triliunan, Data Masih Tertutup?

Tabir Pajak Bekasi: Potensi Pendapatan Triliunan, Data Masih Tertutup?

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BEKASI, BacainD.com – Di tengah deretan pabrik, pusat perbelanjaan, dan kawasan industri yang terus menjamur, Bekasi menjelma menjadi salah satu motor penggerak ekonomi nasional.

Aktivitas bisnis berdenyut tanpa henti, uang berputar setiap hari, dan ribuan transaksi terjadi di balik dinding-dinding beton.

Pertanyaan itu kembali mengemuka seiring minimnya keterbukaan informasi mengenai realisasi penerimaan pajak di Kota dan Kabupaten Bekasi.

Di tengah besarnya perputaran uang, publik justru kesulitan memperoleh data resmi tentang asal-usul dan besaran pajak yang dikumpulkan oleh Kantor Pelayanan Pajak (KPP).

Sorotan kian menguat setelah mencuatnya kasus dugaan korupsi di sektor perpajakan yang menjerat Kepala KPP Madya Banjarmasin.

Kasus tersebut dinilai menjadi alarm keras bagi otoritas pajak, sekaligus momentum untuk membuka tabir pengelolaan pajak, terutama di daerah strategis seperti Bekasi.

Ketua Nasional Corruption Watch DPD Bekasi Raya, Herman Parulian Simaremare, menilai keterbukaan informasi perpajakan di wilayah ini masih jauh dari harapan.

“Bekasi ini kawasan industri dan pusat perbelanjaan. Mall ada di mana-mana, pabrik berjejer. Tapi publik tidak pernah tahu, pajak itu dikumpulkan dari apa saja dan berapa nilainya,” ujar Herman.

Menurutnya, masyarakat hampir tidak pernah mendapatkan laporan rinci terkait realisasi penerimaan pajak, baik dari KPP Pratama maupun KPP Madya yang beroperasi di Bekasi.

Pantauan di media sosial resmi sejumlah KPP menunjukkan pola serupa. Informasi yang ditampilkan lebih banyak bersifat seremonial atau mengutip pernyataan pejabat pusat, tanpa disertai data lokal yang konkret dan mudah dipahami publik.

Kondisi ini juga tercermin di laman resmi Direktorat Jenderal Pajak (DJP), pajak.go.id. Hingga awal 2026, laporan kinerja tahun 2025 belum dipublikasikan.

Data terbaru yang tersedia masih laporan tahun 2024 yang diunggah pada Maret 2025.

Keterlambatan pembaruan informasi ini dinilai semakin memperlebar jarak antara institusi pajak dan masyarakat.

Research and Policy Analyst Institute for Development of Policy and Local Partnership (IDP-LP), Riko Noviantoro, menegaskan bahwa transparansi merupakan fondasi utama dalam menjaga kepercayaan publik.

“Prestasi penerimaan pajak patut diapresiasi. Tapi harus diiringi keterbukaan. Jangan sampai prestasi di atas kertas justru menutupi praktik-praktik menyimpang di lapangan,” tegas Riko.

Menurutnya, keterbukaan bukan semata soal angka, melainkan wujud akuntabilitas.

Dengan akses data yang terbuka, masyarakat dapat ikut mengawasi pengelolaan pajak dan memastikan uang negara dikelola secara bersih.

“Pajak itu uang rakyat. Publik berhak tahu dari mana asalnya dan bagaimana dikelola,” katanya.

Minimnya transparansi ini dikhawatirkan dapat menggerus kepercayaan masyarakat terhadap institusi perpajakan.

Jika dibiarkan, kondisi tersebut berpotensi membuka celah bagi praktik-praktik menyimpang.

Karena itu, berbagai kalangan mendesak agar KPP dan otoritas pajak di Bekasi membuka akses informasi secara lebih luas, mudah diakses, dan diperbarui secara berkala.

Transparansi dinilai bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan benteng utama dalam mencegah korupsi dan memperkuat tata kelola pemerintahan..

Firmansyah

Penulis

Firmansyah merupakan seorang wartawan resmi di media online BacainD.com untuk wilayah Bekasi Raya. - Firmansyah menjabat sebagai Kepala Biro (KA-Biro) Bekasi Raya yang aktif mengulas berita terkini dengan gaya penulisan yang lugas dan informatif. Fokus pada kecepatan, akurasi, dan relevansi dalam setiap karya jurnalistik yang dipublikasikan.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Asik Main Judi Online di Warung Kopi Gondang Wetan, Kakek Ini Digerebek Polisi

    Asik Main Judi Online di Warung Kopi Gondang Wetan, Kakek Ini Digerebek Polisi

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle M. Bahrul Ulum
    • 0Komentar

    PASURUAN, BacainD.com – Satuan Reserse Kriminal Polres Pasuruan Kota berhasil mengungkap praktik perjudian jenis togel online di sebuah warung kopi yang berlokasi di Desa Karang Sentul, Kecamatan Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan. Dalam penggerebekan yang dilakukan pada Selasa (10/02/2016) kemarin malam, petugas mengamankan seorang pria berinisial AS (59) yang kedapatan tengah asyik menyetor nomor taruhan ke […]

  • Tak Pakai Helm, Dua Pemuda di Cikarang Selatan Justru Tertangkap Bawa 23 Paket Sabu

    Tak Pakai Helm, Dua Pemuda di Cikarang Selatan Justru Tertangkap Bawa 23 Paket Sabu

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Firmansyah
    • 0Komentar

    BEKASI, BacainD.com – Operasi pengaturan lalu lintas yang digelar jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Metro Bekasi di Cikarang Selatan, Jumat (13/2/2026) sore, berujung pada pengungkapan kasus narkotika. Dua pengendara sepeda motor yang awalnya dihentikan karena pelanggaran lalu lintas, justru kedapatan membawa puluhan paket sabu-sabu. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB di Pos Lantas 08 […]

  • Miris! Kasus Dugaan Penganiayaan di Pasuruan 2 Tahun Baru Naik Meja Hijau, Penyidik Memilih Bungkam

    Miris! Kasus Dugaan Penganiayaan di Pasuruan 2 Tahun Baru Naik Meja Hijau, Penyidik Memilih Bungkam

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle M. Bahrul Ulum
    • 0Komentar

    PASURUAN, BacainD.com – Kasus pelaporan dugaan penganiayaan yang menimpa seorang perempuan bernama Alfiya (31) warga Kecamatan Rembang Pasuruan Jalan di meja penyidikan hampir dua tahun baru sampai di meja hijau. Kinerja penyidik Polres Pasuruan Kota kini menjadi sorotan tajam. Laporan yang teregistrasi dengan nomor STTPM/SAT RESKRIM/182/VIII/2024/SPKT/POLRES PASURUAN KOTA tertanggal 5 Agustus 2024 tersebut, baru memasuki […]

  • Lurah Cikeding Udik Sigap Jemput Lansia Tersesat hingga Bogor, Aksi Kemanusiaan Tuai Apresiasi Warga

    Lurah Cikeding Udik Sigap Jemput Lansia Tersesat hingga Bogor, Aksi Kemanusiaan Tuai Apresiasi Warga

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Firmansyah
    • 0Komentar

    BEKASI, BacainD.com – Di tengah padatnya aktivitas pengawasan wilayah, Lurah Cikeding Udik, Usep Shudarma Wijaya, kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap warganya. Pada pukul 14.00 WIB, Usep menerima laporan dari warga Kampung Nanggewer, Kabupaten Bogor. Seorang pria lanjut usia bernama Kodil (80), warga Cikeding Udik, ditemukan dalam kondisi lemah, linglung, dan mengalami memar di bagian kaki akibat […]

  • Pencuri Sapi milik Warga Watuagung Prigen Pasuruan Terungkap, Berikut Identitas Terduga Pelaku

    Pencuri Sapi milik Warga Watuagung Prigen Pasuruan Terungkap, Berikut Identitas Terduga Pelaku

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle M. Bahrul Ulum
    • 0Komentar

    PASURUAN, BacainD.com – Teka-teki pencurian Sapi Tiga ekor di sebuah Kandang di Desa Watuagung, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan pada Selasa (30/12/2025) kemarin akhirnya terungkap. Polisi meringkus 2 orang terduga pelaku. Kedua terduga pelaku yakni berinisial M-I-A (19) warga Desa Bocek, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang dan W-S (24) warga Desa Donowarih, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Menurut […]

  • Terjebak di Permukiman, Macan Tutul Pacet Jalani Rehabilitasi Intensif

    Terjebak di Permukiman, Macan Tutul Pacet Jalani Rehabilitasi Intensif

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Firmansyah
    • 0Komentar

    GARUT, BacainD.com – Seekor macan tutul Jawa (Panthera pardus melas) yang sempat menggegerkan warga Desa Maruyung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, kini menjalani masa pemulihan di Taman Satwa Cikembulan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Satwa liar dilindungi itu sebelumnya masuk ke kawasan permukiman dan menyerang warga. Setelah berhasil dievakuasi oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) […]

expand_less